KLASIFIKASI MEDIA
1.
Media Audio
Berfungsi untuk menyalurkan pesan audio dari sumber
pesan ke penerima pesan. Media audio berkaitan erat dengan indra pendengaran. Contoh
media yang dapat dikelompokkan dalam media audio diantaranya :
1)
Radio
2)
Tape Recorder
3)
Telepon
4)
Laboratorium Bahasa, dll.
2.
Media Visual
Media
yang mengandalkan indra penglihat. Media visual dibedakan menjadi dua yaitu
media visual diam dan media visual gerak.
1)
Media visual diam contohnya foto, ilustrasi,
flashcard,gambar pilihan dan potongan gambar, film bingkai, film rngkai,OHP,
grafik, bagan, diagram, poster, peta, dan lain- lain.
2)
Media visual gerak contohnya gambar-gambar proyeksi
bergerak seperti film bisu dan sebagainya.
3.
Media Audiovisual
Merupakan media
yang mampu menampilkan suara dan gambar. Ditinjau dari karakteristiknya media audio
visual dibedakan menjadi dua yaitu media audio visual diam dan media audio
visual gerak.
1)
Media audiovisual diam diantaranya film rangkai
bersuara, halaman bersuara, buku bersuara.
2)
Media audio visual gerak diantaranya film TV, TV,
film bersuara, gambar bersuara, dll.
4.
Media Serbaneka
Merupakan suatu media yang disesuaikan dengan
potensi di suatu daerah, di sekitar sekolah atau di lokasi lain atau di
masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai media pengajaran. Contoh media
serbaneka diantaranya : Papan tulis, media tiga dimensi, realita, dan sumber
belajar pada masyarakat.
1)
Papan (board) yang termasuk dalam media ini
diantaranya : papan tulis, papan buletin, papan flanel, papan magnetik, papan
listrik, dan papan paku.
2)
Media tiga dimensi diantaranya : model, mock up,
dan diorama.
3)
Realita adalah benda-benda nyata seperti apa adanya
atau aslinya . contoh pemanfaatan realit misalnya guru membawa kelinci, burung,
ikan atau dengan mengajak siswanya langsung ke kebun sekolah atau ke peternakan
sekolah.
4)
Sumber belajar pada masyarakat diantaranya dengan
karya wisata dan berkemah
Latuheru (1988) menyatakan bahwa (1) media pembelajaran berguna menarik minat siswa terhadap materi pembelajaran yang disajikan, (2) media pembelajaran berguna dalam hal meningkatkan pengertian anak didik terhadap materi yang disajikan, (3) media pembelajaran mampu menyajikan data yang kuat dan terpercaya .
Heinich, Malenda, Russel (1982) dalam Ilda Prayitno (1989) mengemukakan keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran adalah:
Latuheru (1988) menyatakan bahwa (1) media pembelajaran berguna menarik minat siswa terhadap materi pembelajaran yang disajikan, (2) media pembelajaran berguna dalam hal meningkatkan pengertian anak didik terhadap materi yang disajikan, (3) media pembelajaran mampu menyajikan data yang kuat dan terpercaya .
Heinich, Malenda, Russel (1982) dalam Ilda Prayitno (1989) mengemukakan keuntungan penggunaan media dalam pembelajaran adalah:
a)
Membangkitakan ide-ide atau gagasan-gagasan yang
bersifat konseptual, sehingga mengurang kesalahpahaman siswa dalam
mempelajarinya.
b)
Meningkatkan minat siswa untuk materi pelajaran.
c)
Memberikan pengalaman-pengalaman nyata yang
merangsang aktivitas diri sendiri untuk belajar.
d)
Dapat mengembangkan jalan pikiran yang
berkelanjutan.
e)
Menyediakan pengalaman-pengalaman yang tidak mudah
didapat melalui materi-materi yang lain dan menjadikan proses belajar mendalam
dan beragam. Sehingga pembuatan media pembelajaran diperlukan untuk proses
pelaksanaan pembelajaran dan proses berpikir siswa.
Manfaat
positif dari penggunaan media sebagai bagian integral pengajaran di kelas
adalah sebagai berikut:
1)
Penyampaian pelajaran menjadi lebih baku. Setiap
pelajar yang melihat atau mendengar penyajian melalui media menerima pesan yang
sama.
2)
Pengajaran bisa lebih menarik. Media dapat
diasosiasikan sebagai penarik perhatian dan membuat siswa tetap terjaga dan
memperhatikan.
3)
Pembelajaran menjadi lebih interaktif dengan
diterapkannya teori belajar dan prinsip-prinsip psikologis yang diterima dalam
hal partisipasi siswa, umpan balik, dan penguatan.
4)
Lama waktu pengajaran yang diperlukan dapat
dipersingkat untuk mengantarkan pesan-pesan dan isi pelajaran dalam jumlah yang
cukup banyak dan kemungkinannya dapat diserap oleh siswa.
5)
Kualitas hasil belajar dapat ditingkatkan
6)
Pengajaran dapat diberikan kapan dan dimana
diinginkan.
7)
Sikap positif siswa terhadap apa yang mereka
pelajari dan terhadap proses belajar dapat ditingkatkan.
8) Peran
guru dapat berubah kearah yang lebih positif,dalam proses belajar mengajar.
BERBAGAI JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
Media pembelajaran banyak jenis dan macamnya. Dari yang palng sederhana dan murah hingga yang canggih dan mahal. Ada yang dapat dibuat oleh guru sendiri dan ada yang diproduksi pabrik. Ada yang sudah tersedia di lingkungan untuk langsung dimanfaatkan dan ada yang sengaja dirancang. Berbagai sudut pandang untuk menggolongkan jenis-jenis media.
Rudy
bretz (1971) menggolongkan media berdasarkan tiga unsur pokok (suara, visual
dan gerak):
1. Media audio
2. Media cetak
3. Media visual diam
4. Media visual gerak
5. Media audio semi gerak
6. Media visual semi gerak
7. Media audio visual diam
8. Media audio visual gerak
1. Media audio
2. Media cetak
3. Media visual diam
4. Media visual gerak
5. Media audio semi gerak
6. Media visual semi gerak
7. Media audio visual diam
8. Media audio visual gerak
Anderson (1976) menggolongkan menjadi 10 media:
1. Audio
Misalnya : Kaset audio, siaran radio, CD, telepon
2. Cetak
2. Cetak
Misalnya : buku pelajaran, modul, brosur, leaflet,
gambar
3. Audio-Cetak
3. Audio-Cetak
Misalnya : kaset audio yang dilengkapi bahan
tertulis
4. proyeksi visual diam
4. proyeksi visual diam
Misalnya : Overhead transparansi (OHT), film
bingkai (slide)
5. proyeksi audio visual diam
5. proyeksi audio visual diam
Misalnya : film bingkai slide bersuara
6. visual gerak
6. visual gerak
Misalnya : film bisu
7. audio visual gerak
7. audio visual gerak
Misalnya : film gerak bersuara, Video/VCD, Televisi
8. obyek fisik
8. obyek fisik
Misalnya : Benda nyata, model, spesimen
9. manusia dan lingkungan
9. manusia dan lingkungan
Misalnya : guru, pustakawan, laboran
10. komputer
10. komputer
Misalnya : CAI
Schramm (1985) menggolongkan media berdasarkan kompleksnya suara, yaitu: media kompleks (film, TV, Video/VCD,) dan media sederhana (slide, audio, transparansi, teks). Selain itu menggolongkan media berdasarkan jangkauannya, yaitu media masal (liputannya luas dan serentak / radio, televisi), media kelompok (liputannya seluas ruangan / kaset audio, video, OHP, slide, dll), media individual (untuk perorangan / buku teks, telepon, CAI).
Henrich, dkk menggolongkan:
1. media yang tidak diproyeksikan
2. media yang diproyeksikan
3. media audio
4. media video
5. media berbasis komputer
6. multi media kit.
Media diklasifikasikan menjadi media visual, media audio, dan media audio-visual.
jenis media belajar, diantaranya:
1. Media Visual
Misalnya : Grafik, diagram, chart, bagan, poster,
kartun, komik
2. Media Audial
2. Media Audial
Misalnya : Radio, tape recorder, laboratorium
bahasa, dan sejenisnya
3. Projected still media
3. Projected still media
Misalnya : Slide; over head projektor (OHP), LCD
Proyektor dan sejenisnya
4. Projected motion media
4. Projected motion media
Misalnya : Film, televisi, video (VCD, DVD, VTR),
komputer dan sejenisnya.
5. Study Tour Media
5. Study Tour Media
Misalnya : Pembelajaran langsung ke obyek atau
tempat study seperti, Candi.
Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media, baik yang bersifat visual, audial, projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media. Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media, namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif. Allen mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran, sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini
Jenis
Media
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
Gambar
Diam
|
S
|
T
|
S
|
S
|
R
|
R
|
Gambar
hidup
|
S
|
T
|
T
|
T
|
S
|
S
|
Televisi
|
S
|
S
|
T
|
S
|
R
|
S
|
Obyek
Tiga Dimensi
|
R
|
T
|
R
|
R
|
R
|
R
|
Rekaman
audio
|
S
|
R
|
R
|
S
|
R
|
S
|
Programmed
Instruction
|
S
|
S
|
S
|
T
|
R
|
S
|
Demonstrasi
|
R
|
S
|
R
|
T
|
S
|
S
|
Buku
Teks Tercetak
|
S
|
R
|
S
|
S
|
R
|
S
|
Keterangan :
R= Rendah S = Sedang T= Tinggi
1 = Belajar Informasi faktual
2 = Belajar pengenalan visual
3 = Belajar prinsip, konsep dan aturan
4 = Prosedur belajar
5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik
6 = Mengembangkan sikap, opini dan motivasi
R= Rendah S = Sedang T= Tinggi
1 = Belajar Informasi faktual
2 = Belajar pengenalan visual
3 = Belajar prinsip, konsep dan aturan
4 = Prosedur belajar
5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik
6 = Mengembangkan sikap, opini dan motivasi
Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media
bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang
ingin dicapai. Contoh : bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat
menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika
tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media
cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik
(gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping
itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer),
seperti: biaya, ketepatgunaan; keadaan peserta didik; ketersediaan; dan mutu
teknis.
A. MEDIA VISUAL
1.Media yang tidak diproyeksikan
1) Media
realia adalah benda nyata. Benda tersebut tidak harus dihadirkan di ruang
kelas, tetapi siswa dapat melihat langsung ke obyek. Kelebihan dari media
realia ini adalah dapat memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Misal untuk
mempelajari keanekaragaman makhluk hidup, klasifikasi makhluk hidup, ekosistem,
dan organ tanaman.
2) Model
adalah benda tiruan dalam wujud tiga dimensi yang merupakan representasi atau
pengganti dari benda yang sesungguhnya. Penggunaan model untuk mengatasi
kendala tertentu sebagai pengganti realia. Misal untuk mempelajari sistem
gerak, pencernaan, pernafasan, peredaran darah, sistem ekskresi, dan syaraf
pada hewan.
3) Media
grafis tergolong media visual yang menyalurkan pesan melalui simbol-simbol
visual. Fungsi dari media grafis adalah menarik perhatian, memperjelas sajian
pelajaran, dan mengilustrasikan suatu fakta atau konsep yang mudah terlupakan
jika hanya dilakukan melalui penjelasan verbal. Jenis-jenis media grafis
adalah:
a)
gambar / foto: paling umum digunakan
b)
sketsa: gambar sederhana atau draft kasar yang
melukiskan bagian pokok tanpa detail. Dengan sketsa dapat menarik perhatian
siswa, menghindarkan verbalisme, dan memperjelas pesan.
c)
diagram / skema: gambar sederhana yang menggunakan
garis dan simbol untuk menggambarkan struktur dari obyek tertentu secara garis
besar. Misal untuk mempelajari organisasi kehidupan dari sel samapai organisme.
d)
bagan / chart : menyajikan ide atau konsep yang
sulit sehingga lebih mudah dicerna siswa. Selain itu bagan mampu memberikan
ringkasan butir-butir penting dari penyajian. Dalam bagan sering dijumpai
bentuk grafis lain, seperti: gambar, diagram, kartun, atau lambang verbal
e)
grafik: gambar sederhana yang menggunakan garis,
titik, simbol verbal atau bentuk tertentu yang menggambarkan data kuantitatif.
Misal untuk mempelajari pertumbuhan.
2.
Media Proyeksi
1)
Transparansi OHP merupakan alat bantu mengajar
tatap muka sejati, sebab tata letak ruang kelas tetap seperti biasa, guru dapat
bertatap muka dengan siswa (tanpa harus membelakangi siswa). Perangkat media
transparansi meliputi perangkat lunak (Overhead transparancy / OHT) dan
perangkat keras (Overhead projector / OHP). Teknik pembuatan media
transparansi, yaitu: Mengambil dari bahan cetak dengan teknik tertentu dan Membuat sendiri secara manual.
2)
Film bingkai / slide adalah film transparan yang
umumnya berukuran 35 mm dan diberi bingkai 2X2 inci. Dalam satu paket berisi
beberapa film bingkai yang terpisah satu sama lain. Manfaat film bingkai hampir
sama dengan transparansi OHP, hanya kualitas visual yang dihasilkan lebih
bagus. Sedangkan kelemahannya adalah beaya produksi dan peralatan lebih mahal
serta kurang praktis. Untuk menyajikan dibutuhkan proyektor slide.
B. MEDIA AUDIO
1. Radio
Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya. Radio dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang cukup efektif.
Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya. Radio dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang cukup efektif.
2. Kaset-audio
Yang dibahas disini khusus
kaset audio yang sering digunakan di sekolah. Keuntungannya adalah merupakan
media yang ekonomis karena biaya pengadaan dan perawatan murah.
C. MEDIA AUDIO-VISUAL
1. Media
video
Merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film. Yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD.
Merupakan salah satu jenis media audio visual, selain film. Yang banyak dikembangkan untuk keperluan pembelajaran, biasa dikemas dalam bentuk VCD.
2. Media
Komputer
Media ini memiliki semua kelebihan yang dimiliki oleh media lain. Selain mampu menampilkan teks, gerak, suara dan gambar, komputer juga dapat digunakan secara interaktif, bukan hanya searah. Bahkan komputer yang disambung dengan internet dapat memberikan keleluasaan belajar menembus ruang dan waktu serta menyediakan sumber belajar yang hampir tanpa batas.
Media ini memiliki semua kelebihan yang dimiliki oleh media lain. Selain mampu menampilkan teks, gerak, suara dan gambar, komputer juga dapat digunakan secara interaktif, bukan hanya searah. Bahkan komputer yang disambung dengan internet dapat memberikan keleluasaan belajar menembus ruang dan waktu serta menyediakan sumber belajar yang hampir tanpa batas.
Langkah-langkah
Pengembangan Media Pembelajaran
Secara garis besar kegiatan pengembangan
media pembelajaran terdiri atas tiga langkah besar yang harus dilalui, yaitu
kegiatan perencanaan, produksi
dan penilaian. Sementara itu, dalam rangka melakukan desain atau rancangan
pengembangan program media. Arief Sadiman, dkk, memberikan urutan
langkah-langkah yang harus diambil dalam pengembangan program media menjadi 6
(enam) langkah sebagai berikut:
kebutuhan dan karakteristik siswa
Merumuskan tujuan intruksional (Instructional objective) dengan operasional dan kha
Merumuskan butir-butir materi secara
terperinci yang mendukung tercapainya tujuan
Mengembangkan alat pengukur keberhasilan
Menulis naskah media
Mengadakan tes dan revisi
1). Menganalisis kebutuhan dan karakteristik
siswa
Kebutuhan dalam proses belajar mengajar adalah kesenjangan antara apa
yang dimiliki siswa dengan apa yang diharapkan. Contoh jika kita mengharapkan
siswa dapat melakukan sholat dengan baik dan benar, sementara mereka baru bisa
takbir saja, maka perlu dilakukan latihan untuk ruku, sujud, dan seterusnya.
Setelah kita menganalisis kebutuhan
siswa, maka kita juga perlu menganalisis karakteristik siswanya, baik
menyangkut kemampuan pengetahuan atau keterampilan yang telah dimiliki siswa
sebelumnya. Cara mengetahuinya bisa dengan tes atau dengan yang lainnya.
Langkah ini dapat disederhanakan dengan cara mengenalisa topic-topik materi
ajar yang dipandang sulit dan karenanya memerlukan bantuan media. Pada langkah
ini sekaligus pula dapat ditentukan ranah tujuan pembelajaran yang hendak
dicapai, termasuk rangsangan indera mana yang diperlukan (audio, visual, gerak
atau diam).
2). Merumuskan tujuan instruksional (Instuctional
objective) dengan operasional dan khas.
Untuk dapat merumuskan tujuan instruksional dengan baik, ada beberapa
ketentuan yang harus diingat, yaitu:
a) Tujuan instruksional harus berorientasi
kepada siswa. Artinya tujuan instruksional itu benar-benar harus menyatakan
adanya prilaku siswa yang dapat dilakukan atau diperoleh setelah proses belajar
dilakukan.
b) Tujuan harus dinyatakan dengan kata kerja
yang operasional, artinya kata kerja itu menunjukkan suatu prilaku/perbuatan
yang dapat diamati atau diukur.
3).
Merumuskan butir-butir materi secara terperinci yang mendukung
tercapainya Tujuan
Penyusunan rumusan butir-butir materi
adalah dilihat dari sub kemampuan atau keterampilan yang dijelaskan dalam
tujuan khusus pembelajaran, sehingga materi yang disusun adalah dalam rangka
mencapai tujuan yang diharapkan dari kegiatan proses belajar mengajar tersebut.
Setelah daftar butir-butir materi dirinci maka langkah selanjutnya adalah
mengurutkannya dari yang sederhana sampai kepada tingkatan yang lebih rumit,
dan dari hal-hal yang konkrit kepada yang abstrak.
4). Mengembangkan
alat pengukur keberhasilan
Alat pengukur keberhasilan seyogyanya dikembangkan terlebih dahulu
sebelum naskah program ditulis. Dan alat pengukur ini harus dikembangkan sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai dan dari materi-materi pembelajaran yang
disajikan. Bentuk alat pengukurnya bisa dengan tes, pengamatan, penugasan atau
cheklist prilaku.
Instrumen tersebut akan digunakan oleh
pengembang media, ketika melakukan tes uji coba dari program media yang
dikembangkannya. Misalkan alat pengukurnya tes, maka siswa nanti akan diminta
mengerjakan materi tes tersebut. Kemudian dilihat bagaimana hasilnya. Apakah
siswa menunjukkan penguasaan materi yang baik atau tidak dari efek media yang
digunakannya atau dari materi yang dipelajarinya melalui sajian media. Jika
tidak maka dimanakah letak kekurangannya. Dengan demikian, maka siswa dimintai
tanggapan tentang media tersebut, baik dari segi kemenarikan maupun efektifitas
penyajiannya.
5). Menulis Naskah Media
Naskah media adalah bentuk penyajian materi pembelajaran melalui media rancangan
yang merupakan penjabaran
dari pokok-pokok materi yang telah disusun secara baik seperti yang telah
dijelaskan di atas. Supaya materi pembelajaran itu dapat disampaikan melalui
media, maka materi tersebut perlu dituangkan dalam tulisan atau gambar yang
kita sebut naskah program media.
Naskah
program media maksudnya adalah sebagai penuntun kita dalam memproduksi media.
Artinya menjadi penuntut kita dalam mengambil gambar dan merekam suara. Karena
naskah ini berisi urutan gambar dan grafis yang perlu diambil oleh kamera atau
bunyi dan suara yang harus direkam.
Tahapan dalam pembuatan atau penulisan naskah adalah berawal dari adanya
ide dan gagasan yang disesuaikan dengan tujuan pembelajaran. selanjutnya
pengumpulan data dan informasi, penulisan sinopsis dan treatment, penulisan naskah,
pengkajian naskah atau revisi naskah, revisi naskah sampai naskah siap
diproduksi. Tahapan tersebut sebagaimana flowchart berikut.
Petunjuk praktis untuk menulis naskah
narasi:
a)
Tulisan singkat,
padat dan sederhana
b)
Tulisan seperti
menulis judul berita, pendek dan tepat, berirama dan mudah diingat
c)
Tulisan tidak
harus berupa kalimat yang lengkap
d)
Pikirkan frase
yang dapat melengkapi visual dan tuntun siswa kepada hal-hal yang penting
e)
Hindari istilah
teknis, kecuali jika istilah itu diberi batasan atau digambarkan
f)
Tulisan dalam
kalimat aktif
g)
Usahakan setiap
kalimat tidak lebih dari 15 kata. diperkirakan dalam setiap kalimat memakan
waktu satu tayangan visual kurang dari 10 detik. Edit dan revisi naskah
narasi itu sebagaimana perlunya
|
Ada
beberapa macam bentuk naskah program media, namun pada prinsipnya mempunyai
maksud yang sama, yaitu sebagai penuntun dan usaha memproduksi media
pembelajaran. Naskah program media terdiri dari urutan gambar, caption atau
grafis yang perlu diambil dengan alat kamera dan suara atau bunyi yang diambil
dengan alat perekam suara. Lembaran naskah tersebut dibagi menjadi dua kolom,
di sebelah kiri terdiri dari gambar, caption atau grafis. Sedangkan di sebelah
kanan berisi narasi atau percakapan
6). Mengadakan
Tes atau Uji Coba dan Revisi
Tes adalah kegiatan untuk menguji atau mengetahui tingkat efektifitas
dan kesesuaian media yang dirancang dengan tujuan yang diharapkan dari program
tersebut. Sesuatu program media yang oleh pembuatnya dianggap telah baik,
tetapi bila program itu tidak menarik, atau sukar dipahami atau tidak
merangsang proses belajar bagi siswa yang ditujunya, maka program semacam ini
tentu saja tidak dikatakan baik.
Tes atau uji coba tersebut dapat dilakukan baik melalui perseorangan
atau melalui kelompok kecil atau juga melalui tes lapangan, yaitu dalam proses
pembelajaran yang sesungguhnya dengan menggunakan media yang dikembangkan.
Sedangkan revisi adalah kegiatan untuk memperbaiki hal-hal yang dianggap perlu
mendapatkan perbaikan atas hasil dari tes.
Jika semua langkah-langkah tersebut telah
dilakukan dan telah dianggap tidak ada lagi yang perlu direvisi, maka langkah
selanjutnya adalah media tersebut siap untuk diproduksi. akan tetapi bisa saja
terjadi setelah dilakukan produksi ternyata setalah disebarkan atau disajikan
ada beberapa kekurangan dari aspek materi atau kualitas sajian medianya (gambar
atau suara) maka dalam kasus seperti ini dapat pula dilakukan perbaikan (revisi)
terhadap aspek yang dianggap kurang. Hal ini dilakukan untuk mendapatkan
kesempurnaan dari media yang dibuat, sehingga para penggunanya akan mudah
menerima pesan-pesan yang disampaikan melalui media tersebut. Prosedur tes/uji
coba ini akan dijelaskan lebih lanjut dalam bab yang menjelaskan tentang
evaluasi media.
Daftar Pustaka
Wulan, D. (juni, 2013). macam macam media
pembelajaran. http://dianwulan28.blogspot.co.id/p/macam-macam-media-pembelajaran_7385.html.
Yonathan, C. (09 10, 2013). pemilihan dan
pengembangan media pembelajaran. https://christianyonathanlokas.wordpress.com/2013/10/09/pemilihan-dan-pengembangan-media-pembelajaran/.